banner spanduk

Spanduk Nasdem

Spanduk tersebut muncul pertama kali di Jakarta namun saat diketahui langsung diturunkan. NasDem pun berencana menyelesaikannya ke jalur hukum.


Pin Di Dadang Rusdiana

Ketua Dewan Pengurus Wilayah DPW Partai Nasdem DIY Subardi mengungkapkan sampai saat ini belum ada rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat DPP berkaitan dengan siapa nama yang bakal diusung oleh Partai Nasdem.

Spanduk nasdem. Entah apa maksudnya tetapi tindakan itu adalah tindakan seorang pengecut. NasDem-lah yang pasang badan terdepan untuk omnibus law ujarnya. Dia ingin menolak sesuatu tetapi dengan menggunakan nama orang lain.

Spanduknya sempat muncul di beberapa tempat yaitu di Jakarta Banten dan Bali kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya Sabtu 732020. Willy mengaku terkejut munculnya spanduk tersebut. Dia ingin menolak sesuatu tetapi dengan menggunakan nama orang lain.

Partai Nasional Demokrat NasDem angkat bicara soal spanduk provokasi mencatut nama NasDem yang berisi penolakan terhadap Omnibus Law dan menyebut Joko Widodo Presiden pengkhianat. Minggu 8 Maret 2020 100300 NasDem akan Laporkan Spanduk Provokatif Surya Paloh Serang Presiden Jokowi Dia mengatakan pihaknya menemukan adanya spanduk provokatif itu di beberapa kota besar seperti Jakarta Bali dan Banten. Dan juga menyebut Presiden Jokowi sebagai pengkhianat.

NasDem lanjut Willy akan menelusuri siapa dalang di balik spanduk provokatif tersebut. Partai Nasdem adalah sebuah partai politik di Indonesia yang resmi dibentuk pada 26 Juli 2011. Selengkapnya NasDem akan Laporkan Spanduk Provokatif Surya Paloh Serang Presiden Jokowi.

Entah apa maksudnya tetapi tindakan itu adalah tindakan seorang pengecut. Terkait dengan munculnya spanduk provokatif itu disebutnya sebagai upaya adu domba antara Partai NasDem dengan Jokowi. Partai NasDem menanggapi serius perihal munculnya spanduk penolakan omnibus law yang mencatut naman partai mereka di beberapa daerah.

Spanduk tersebut sempat terpajang di jembatan penyeberangan orang di depan Universitas Satya. Spanduk bertuliskan Partai NasDem menolak Omnibus Law dan menyebut Presiden Jokowi pengkhianat. Dia ingin menolak sesuatu tetapi dengan menggunakan nama orang lain.

Diketahui sebuah spanduk yang bergambar Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tertulis pernyataan penolakan terhadap RUU Ommnibus Law. Apalagi spanduk tersebut muncul pertama kali di Jakarta namun saat diketahui langsung diturunkan. Minggu 06 Jun 2021 WIB E-paper Media Indonesia Hari Ini.

Karena itu Willy mengaku terkejut atas munculnya spanduk. Ia mengaku cukup kaget dengan adanya spanduk provokatif yang menyerang Jokowi. Dia ingin menolak sesuatu tetapi dengan menggunakan nama orang lain.

Kalau mau menolak yang jantan dong. Dirinya lantas beranggapan penyebaran spanduk itu merupakan tindakan pengecut. Diinformasikan sejumlah spanduk banner dan bendera yang memadukan Partai NasDem dan PDI Perjuangan beredar di sekitar Jalan Sudirman Jakarta Selatan.

Sama sekali tidak terpuji. Lantaran merasa dijadikan kambing hitam. Partai Nasdem sendiri sangat menjunjung tinggi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Toh itu juga tidak dilarang kata Ketua DPP Partai NasDem. Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengutuk spanduk yang mendiskreditkan NasDem Bali. Willy Aditya Ketua DPP Partai NasDem mengatakan spanduk bergambar Surya Paloh Ketua Umum Partai NasDem dan Jokowi Presiden itu sangat mengejutkan internal Partai NasDem.

NasDem lah yang pasang badan terdepan untuk Omnibus Law tambahnya. Spanduk yang menyatakan Partai NasDem menolak Omnibus Law dan menyebut Presiden Jokowi sebagai pengkhianat itu dinilai sebagai sikap pengecut. Itu adalah tindakan pengecut.

Entah apa maksudnya tetapi tindakan itu adalah tindakan seorang pengecut. Kalau mau menolak yang jantan dong. Salah satu banner terpasang di Halte Busway TransJakarta Polda Metro Jaya Jakarta Selatan dan kawasan Dukuh Atas Jakarta Pusat.

Spanduk itu bertuliskan Partai NasDem menolak Omnibus Law dan menyebut Presiden Jokowi sebagai penghianat. Di spanduk itu terdapat gambar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo Jokowi. INILAHCOM Surabaya – Partai NasDem buka suara terkait munculnya.

Apalagi dalam spanduk itu bertuliskan Partai NasDem menolak Omnibus Law dan menyebut Jokowi sebagai pengkhianat. Perkuat Tracking dan Contact Tracing COVID-19 Kemenkes Luncurkan QR Code untuk. Sama sekali tidak terpuji.

Tagline itu perlu terus digaungkan. Sama sekali tidak terpuji. NasDem mengkaji langkah hukum terkait spanduk itu.

Spanduk bertuliskan Partai NasDem menolak Omnibus Law dan menyebut Presiden Jokowi pengkhianat. Spanduk itu muncul di Jakarta Banten dan Bali. Entah apa maksudnya tetapi tindakan itu adalah tindakan seorang pengecut.

Spanduk yang menyatakan Partai NasDem menolak Omnibus Law dan menyebut Presiden Jokowi sebagai pengkhianat itu dinilai sebagai sikap pengecut.


Pin Di Caleg Dpr Ri 2019


Pin Di Caleg Dprd Kab Bandung 2019 Wildan Afandi


Pin Di Jatimnow News


Pin Di Referensi Bacaan


Caleg Dprd 2019 Wildan Afandi Nasdem Wildan Afandi Caleg Dprd Nasdem Kabupaten Bandung Caleg Dprd Kecamatan Balaendah Caleg Dprd Kecamatan Ciparay Calaeg


Pin On Kabar Jawa


Pin Di Wildan Afandi Caleg Dprd Kabupaten Bandung Dapil Vi Dapil 6


Spanduk Google Search Spanduk


Pin Di Iphedia Com


Pin Di Caleg Nasdem Dpr Ri Dadang Rusdiana


Pin Oleh Hpdg Official Di Poster


Pin On Video


Pin Di Wildan Afandi Caleg Dprd Kabupaten Bandung Dapil Vi Dapil 6


Banner Caleg Nasdem


Pin On Jakarta


Pin Di Beritanatural Net


Kumpulan Desain Grafis Coreldraw Desain Grafis Desain Grafis


Pin Oleh Dirwan Karim Di Spanduk Desain Banner Desain


Pin Di Kabar Sulawesi

Leave a Reply